Cegah Bullying Sejak Dini, Kasat Binmas Polres Sumba Timur Edukasi Siswa SD Inpres Uma Mapu

Cegah Bullying Sejak Dini, Kasat Binmas Polres Sumba Timur Edukasi Siswa SD Inpres Uma Mapu

Waingapu_ Upaya menanamkan nilai kedisiplinan, nasionalisme, dan membangun karakter generasi muda terus dilakukan Polres Sumba Timur melalui program menjadi Inspektur Upacara di sekolah. Kali ini, Kasat Binmas Polres Sumba Timur, Iptu Abdurrahman, bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) bendera di SD Inpres Uma Mapu, Senin 12/10/2026.

Dalam kegiatan tersebut, Iptu Abdurrahman memberikan perhatian khusus terhadap pencegahan perundungan atau bullying di lingkungan sekolah. Ia mengajak para siswa untuk saling menghormati, menghargai perbedaan, serta membangun pergaulan yang positif tanpa menyakiti satu sama lain.

Dalam amanatnya, Iptu Abdurrahman menjelaskan bahwa bullying merupakan tindakan merendahkan, menghina, mengucilkan, mengintimidasi, atau menyakiti orang lain, baik secara fisik maupun mental. Perilaku tersebut dapat berupa ejekan, hinaan, pemberian julukan yang menyakitkan, pengucilan, hingga kekerasan fisik.

Kasat Binmas mengingatkan para siswa agar tidak menganggap ejekan atau hinaan terhadap teman sebagai candaan biasa. Sebab, tindakan tersebut dapat melukai perasaan, menurunkan rasa percaya diri, dan membuat korban merasa tidak aman saat berada di lingkungan sekolah.

“Melalui program menjadi Inspektur Upacara di sekolah, kami dari Polres Sumba Timur ingin menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, nasionalisme, serta membangun karakter generasi muda sejak dini. Upacara bendera bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi juga momentum untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air, memperkuat persatuan, dan melestarikan budaya lokal. Saya juga menekankan kepada seluruh siswa agar menghentikan segala bentuk bullying atau perundungan di lingkungan sekolah, baik berupa ejekan, hinaan, pengucilan, maupun kekerasan fisik,” tegas Iptu Abdurrahman.

Lebih lanjut, ia mengajak para siswa untuk membiasakan diri saling membantu, menghormati guru, menyayangi teman, serta tidak membeda-bedakan orang lain. Menurutnya, setiap siswa memiliki hak yang sama untuk belajar dan bergaul dalam lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.

Iptu Abdurrahman juga mengimbau para pelajar agar berani melapor kepada guru atau orang tua apabila mengalami atau mengetahui tindakan bullying. Dengan demikian, tindakan perundungan dapat segera ditangani dan tidak terus berulang.

Melalui kegiatan ini, Polres Sumba Timur berharap para siswa semakin memahami dampak negatif perundungan dan mampu menerapkan perilaku saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di luar lingkungan sekolah.

Polres Sumba Timur terus mendorong sinergi antara kepolisian, pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam mencegah perundungan sejak dini. Upaya bersama ini diharapkan dapat mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang generasi muda yang berkarakter serta berprestasi. _052